Pulau Kelor, Destinasi Pertama Sailing Trip

Pulau Kelor merupakan salah satu pulau yang paling dekat dengan Labuan Bajo, sehingga dijadikan destinasi pertama atau terakhir ketika sailing trip di Taman Nasional Komodo. Dari Pelabuhan Labuan Bajo perjalanan menuju Pulau Kelor ditempuh selama 45 menit hingga satu jam, tergantung kecepatan kapal yang kita gunakan.

Selama perjalanan, setelah melewati berbagai macam kapal yang bersandar di mooring di sekitar Pelabuhan kita akan memasuki laut dengan airnya yang berwarna biru. Di sebelah kiri masih merupakan dataran Flores yang membentang hingga berujung di sebelah Pulau Rinca.

Sesampainya di Pulau Kelor, kita akan disambut oleh pasir yang berwarna putih bersih. Perairan dangkal di sekitar pulau yang berpasir berwarna biru toska dan bagian yang mempunyai terumbu karang berwarna biru kehitaman jika dilihat dari atas.

Aktifitas utama yang bisa dilakukan di sini adalah mendaki puncak tertinggi Pulau Kelor. Disambut oleh jalan berbatu, kita memulai pendakian menapaki jalur pendakian tanah yang lumayan curam dengan dari 30-45 derajat. Tidak ada tangga tersedia di sini, kita harus berhati-hati supaya tidak tergelincir. Disarankan untuk memakai sandal atau sepatu dengan telapak dasar yang mempunyai grip sehingga bisa mencengkram di tanah. Salah satu tips untuk lebih aman adalah dengan menginjak bebatuan atau gundukan rumput.

Sesampainya di puncak, semua perjuangan ketika mendaki akan terbayarkan. Kita bisa menyaksikan kombinasi pemandangan yang sempurna dari pepohonan di bagian bawah pulau, yang dikelilingi oleh pasir putih. Lautan yang membiru dengan background bukit berbentuk segi tiga yang berwarna hijau di musim hujan dan coklat di musim kemarau.

Setelah puas menikmati pemandangan dan foto-foto perjalanan turun tidak kalah menantang karena kita akan kembali dengan jalur yang sama, bahkan bagi sebagian orang turun merupakan perjalanan yang lebih berat daripada naik. Bagi yang takut ketinggian disarankan untuk turun sambil duduk atau istilah kerennya dengan cara ngesot, cara ini lebih aman dari resiko tergelincir.

Selain trekking, kita juga menikmati Pulau Kelor dengan cara snorkelling, walau terumbu karangnya tidak terlalu banyak namun kita bisa berenang dengan berbagai macam ikan, dari yang berwarna warni hingga ikan yang nakal dan mencoba untuk menggigit.

Bagi yang tidak ingin main air bisa santai menikmati kelapa muda yang dijual oleh penduduk lokal, jangan lupa untuk membuang sampai di tempat sampai jangan sampai kita mengotori pulau ini dan mebuatnya tidak menarik lagi.

Happy responsible travel!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Open chat